TIRTA USAHA
Blog ini hanya berusaha membantu menghimpun info-info lowongan kerja terbaru dan peluang usaha yang mungkin bermanfaat bagi yang sedang membutuhkan.
Senin, 08 April 2013
~ TIPS PERSIAPAN MEMULAI SEBUAH BISNIS
~ TIPS PERSIAPAN MEMULAI SEBUAH BISNIS ~
Menurut data di US Small Business Administration, lebih dari 50% bisnis /usaha kecil gagal dalam tahun pertama, dan 95% gagal dalam lima tahun pertama. Brian Hazelgren, penulis buku “Tactical Entrepreneur” berpendapat bahwa seseorang yang membuka usaha haruslah mempunyai strategi yang solid untuk menangani aspek jangka pendek dari bisnisnya, tetapi juga menjaga fokus masa depan yang cukup demi merencanakan perkembangan bisnisnya. Persiapkanlah semuanya dari awal, agar anda dapat meraih sukses dan mempunyai landasan yang kuat untuk memulai operasi bisnis anda.
Brian telah berpengalaman dalam bidang kewirausahaan, baik pengalaman positif maupun negatif. Belajar dari pengalamannya, dia menyusun tips dan strategi bagi mereka yang akan terjun membuka bisnis dan menjadi wirausahawan. Berikut adalah tips dan strategi tersebut :
Hindari perangkap dalam mengoperasikan suatu bisnis :
1. Gunakan mentor. Temukan orang yang berhasil dalam menjalankan suatu bisnis dan sebisa mungkin mintalah nasehatnya / belajar daripadanya.
2. Bacalah sebanyak mungkin buku tentang kewirausahaan, marketing, atau perencanaan bisnis. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi yang bisa anda dapat.
Suatu kombinasi dari sumber yang berbeda, tersedia untuk memulai bisnis dengan sukses:
A. Gunakan alat dan teknologi untuk membantu memulai
bisnis anda
B. Tentukan orang seperti apa yang anda inginkan sebagai karyawan, dan keahlian apa yang dibutuhkan dari karyawan anda.
C. Ikuti perkembangan mengenai praktek-praktek bisnis dan juga apa yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain.
D. Lakukan penelitian mengenai pola pembelian dan pola pikir pelanggan.
E. Secara terus-menerus, lakukan penelitian terhadap kompetitor.
F. Ingatlah mengenai apa yang membuat bisnis anda unik, siapa pembeli/target market anda, siapa kompetitor anda, dan bagaimana strategi distribusi anda.
G. Gunakan software untuk membantu menyusun sebuah rencana bisnis (business plan).
Ide-ide yang sangat sederhana juga terbukti sangat membantu :
*. Buka account e-mail, dan buatlah situs web
*. Kartu nama dan brosur adalah alat yang sederhana tetapi powerful.
*. Buatlah strategi marketing dengan mengumpulkan data mengenai pola pembelian target market anda, apa yang mereka suka, apa yang mereka beli, dan dimana mereka membelinya.
Gunakan program promosi untuk menciptakan “unique selling advantage”. Jelaskan mengapa bisnis anda unik. Membuat skema advertising yang benar akan memperjelas bagaimana anda harus menggunakan resource anda.
Rencana bisnis yang solid (solid business plan) diperlukan untuk diberikan pada investor yang potensial. Berikan pada mereka rencana anda, agar mereka dapat membacanya dan kemudian mengerti lebih baik mengenai bisnis anda. Tetaplah fokus, dan yakinkan investor bahwa mereka akan mendapat pengembalian investasi (ROI) yang memuaskan. Rencana bisnis yang disusun dengan baik akan memperbesar peluang anda mendapatkan modal yang anda butuhkan.
Intinya, setiap bisnis bisa sukses dengan determinasi dan rencana aksi yang solid.
Please "LIKE" jika anda menyukai tips diatas dan Please "SHARE" ke rekan2 anda jika anda merasa tulisan saya ini bisa Bermanfaat untuk mereka yang sedang memulai sebuah Bisnis.
Salam Sukses WiraUsaha ˆ⌣ˆ
Menurut data di US Small Business Administration, lebih dari 50% bisnis /usaha kecil gagal dalam tahun pertama, dan 95% gagal dalam lima tahun pertama. Brian Hazelgren, penulis buku “Tactical Entrepreneur” berpendapat bahwa seseorang yang membuka usaha haruslah mempunyai strategi yang solid untuk menangani aspek jangka pendek dari bisnisnya, tetapi juga menjaga fokus masa depan yang cukup demi merencanakan perkembangan bisnisnya. Persiapkanlah semuanya dari awal, agar anda dapat meraih sukses dan mempunyai landasan yang kuat untuk memulai operasi bisnis anda.
Brian telah berpengalaman dalam bidang kewirausahaan, baik pengalaman positif maupun negatif. Belajar dari pengalamannya, dia menyusun tips dan strategi bagi mereka yang akan terjun membuka bisnis dan menjadi wirausahawan. Berikut adalah tips dan strategi tersebut :
Hindari perangkap dalam mengoperasikan suatu bisnis :
1. Gunakan mentor. Temukan orang yang berhasil dalam menjalankan suatu bisnis dan sebisa mungkin mintalah nasehatnya / belajar daripadanya.
2. Bacalah sebanyak mungkin buku tentang kewirausahaan, marketing, atau perencanaan bisnis. Kumpulkan sebanyak mungkin informasi yang bisa anda dapat.
Suatu kombinasi dari sumber yang berbeda, tersedia untuk memulai bisnis dengan sukses:
A. Gunakan alat dan teknologi untuk membantu memulai
bisnis anda
B. Tentukan orang seperti apa yang anda inginkan sebagai karyawan, dan keahlian apa yang dibutuhkan dari karyawan anda.
C. Ikuti perkembangan mengenai praktek-praktek bisnis dan juga apa yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain.
D. Lakukan penelitian mengenai pola pembelian dan pola pikir pelanggan.
E. Secara terus-menerus, lakukan penelitian terhadap kompetitor.
F. Ingatlah mengenai apa yang membuat bisnis anda unik, siapa pembeli/target market anda, siapa kompetitor anda, dan bagaimana strategi distribusi anda.
G. Gunakan software untuk membantu menyusun sebuah rencana bisnis (business plan).
Ide-ide yang sangat sederhana juga terbukti sangat membantu :
*. Buka account e-mail, dan buatlah situs web
*. Kartu nama dan brosur adalah alat yang sederhana tetapi powerful.
*. Buatlah strategi marketing dengan mengumpulkan data mengenai pola pembelian target market anda, apa yang mereka suka, apa yang mereka beli, dan dimana mereka membelinya.
Gunakan program promosi untuk menciptakan “unique selling advantage”. Jelaskan mengapa bisnis anda unik. Membuat skema advertising yang benar akan memperjelas bagaimana anda harus menggunakan resource anda.
Rencana bisnis yang solid (solid business plan) diperlukan untuk diberikan pada investor yang potensial. Berikan pada mereka rencana anda, agar mereka dapat membacanya dan kemudian mengerti lebih baik mengenai bisnis anda. Tetaplah fokus, dan yakinkan investor bahwa mereka akan mendapat pengembalian investasi (ROI) yang memuaskan. Rencana bisnis yang disusun dengan baik akan memperbesar peluang anda mendapatkan modal yang anda butuhkan.
Intinya, setiap bisnis bisa sukses dengan determinasi dan rencana aksi yang solid.
Please "LIKE" jika anda menyukai tips diatas dan Please "SHARE" ke rekan2 anda jika anda merasa tulisan saya ini bisa Bermanfaat untuk mereka yang sedang memulai sebuah Bisnis.
Salam Sukses WiraUsaha ˆ⌣ˆ
Senin, 18 Februari 2013
Majukan Usaha dengan Menjaga Pelanggan Setia
Pelanggan setia bukan sekadar pelanggan yang datang
berkali-kali. Tapi, pelanggan setia juga pemasar produk yang loyal untuk
memajukan usaha kita. Bagaimana menjaganya?
Hal yang paling menyenangkan dari menjalankan usaha adalah ketika kita berhasil mendulang keberhasilan dan memperoleh pelanggan setia, yang bahkan bisa menjadi “marketing” alias ikut mempromosikan produk kita kepada siapa pun.
Proses untuk mendapat pelanggan yang masuk dalam kriteria fans ini memang tak mudah. Pelayanan yang serba memuaskan, kedekatan emosional, hingga kualitas produk yang tentunya sangat baik harus mampu disajikan dengan maksimal. Tapi, tak jarang, orang yang sudah masuk kriteria sebagai fans, tiba-tiba saja menghilang. Bisa jadi ia kecewa dan kemudian bercerita kepada para relasinya. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, bisa jadi nama baik usaha kita pelan-pelan akan tergerus dan hilang ditelan oleh cerita kurang puas dari konsumen yang kecewa.
Lantas, apa yang harus kita lakukan agar pelanggan setia tidak kecewa? Berikut beberapa hal:
• Jangan banyak penggantian personel atau pekerja
Sudah jadi rahasia umum bahwa ada banyak konsumen yang lebih setia pada orang (pekerja) kita dibanding usaha (brand) kita sendiri. Apalagi, jika kita belum mempunyai sistem kerja yang punya standar yang sama. Misalnya di salon kecantikan kelas premium. Solusinya, jangan terlalu sering berganti pekerja. Atau, ciptakan sistem yang benar-benar terstandarisasi dengan baik sehingga layanan satu orang dengan lainnya saat meladeni konsumen benar-benar seragam.
• Jaga perlakuan pada pelanggan lama dan baru
Kadang, untuk mendapatkan pelanggan dan baru dan memperluas pasar, kita menggunakan trik diskon dan nilai tambah sebagai bentuk promosi. Dan memang, ini biasanya akan “menggoda” pelanggan baru untuk datang. Tapi ingat: kita sudah punya pelanggan setia. Jangan sampai, apa yang kita tawarkan kepada pelanggan baru justru lebih menggoda daripada yang diberikan kepada pelanggan setia kita. Justu, pelanggan setia harus diperlakukan jauh lebih baik!
• Jangan terlalu fokus pada soal harga
Fokus pada harga sah-sah saja. Namun banyak pesaing melakukan hal yang sama. Jadi ada baiknya kita juga memperhatikan nilai tambah dari harga yang telah kita tentukan. Tak jarang—bahkan banyak—orang yang membeli sesuatu bukan berdasar harga, tapi karena punya nilai tambah yang tidak dimiliki pesaing. Di sinilah peran kita sebenarnya, yakni dengan tetap fokus memberikan pelayanan terbaik, terutama kepada pelanggan setia.
• Jangan terlalu memaksa memanfaatkan momentum
Biasanya, karena merasa sudah dekat, sudah terlalu personal saat berhubungan dengan pelanggan, kita seolah sudah merasa tak memiliki jarak. Saat itu, tanpa disadari, kita sering kali menawarkan hal-hal yang kadang kurang dibutuhkan oleh pelanggan. Di depan kita, mungkin si pelanggan tidak mengungkapkan kekesalannya secara langsung. Tapi bisa jadi di belakang, ia merasa gerah karena terus dipaksa membeli produk yang sebenarnya kurang dibutuhkannya. Untuk mengantisipasinya, jangan terlalu memaksa. Cobalah pahami kebutuhannya, dan jangan berlebihan dalam memanfaatkan momentum kedekatan ini.
• Tetap fokus pada produk utama
Setiap brand sering kali diidentikkan dengan produk tertentu. Begitu juga dengan pelanggan setia terhadap produk kita. Misalnya kita bergerak di bidang jasa periklanan yang banyak melayani jasa maintenance pada social media. Meski produk jasa kita banyak, namun jika di pasaran sudah dikenal bahwa usaha kita sangat hebat di bidang maintenance pada social media, jangan terlalu serakah mengambil jatah yang di luar bidang tersebut. Tak salah memang, tapi jangan sampai fokus kita di bidang yang sudah membuat usaha terkenal jadi hilang arah. Tetap fokus pada layanan utama, karena di sana kita mendapat pelanggan setia.
Sebenarnya, masih banyak cara-cara lain yang bisa kita lakukan agar konsumen tetap setia. Yang pasti, jadikan kepuasan selalu menjadi yang terdepan untuk usaha kita, baik kepuasan untuk pelanggan, kepuasan untuk karyawan, hingga kepuasan masyarakat luas yang belum tentu pernah memakai produk kita. Sebab, saat kepuasan ini sudah diperbincangkan dan jadi nilai tambah usaha kita, niscaya pelanggan setia akan selalu ada.
sumber : http://www.andriewongso.com/articles/details/7912/Majukan-Usaha-dengan-Menjaga-Pelanggan-Setia
Hal yang paling menyenangkan dari menjalankan usaha adalah ketika kita berhasil mendulang keberhasilan dan memperoleh pelanggan setia, yang bahkan bisa menjadi “marketing” alias ikut mempromosikan produk kita kepada siapa pun.
Proses untuk mendapat pelanggan yang masuk dalam kriteria fans ini memang tak mudah. Pelayanan yang serba memuaskan, kedekatan emosional, hingga kualitas produk yang tentunya sangat baik harus mampu disajikan dengan maksimal. Tapi, tak jarang, orang yang sudah masuk kriteria sebagai fans, tiba-tiba saja menghilang. Bisa jadi ia kecewa dan kemudian bercerita kepada para relasinya. Jika hal ini tidak segera diantisipasi, bisa jadi nama baik usaha kita pelan-pelan akan tergerus dan hilang ditelan oleh cerita kurang puas dari konsumen yang kecewa.
• Jangan banyak penggantian personel atau pekerja
Sudah jadi rahasia umum bahwa ada banyak konsumen yang lebih setia pada orang (pekerja) kita dibanding usaha (brand) kita sendiri. Apalagi, jika kita belum mempunyai sistem kerja yang punya standar yang sama. Misalnya di salon kecantikan kelas premium. Solusinya, jangan terlalu sering berganti pekerja. Atau, ciptakan sistem yang benar-benar terstandarisasi dengan baik sehingga layanan satu orang dengan lainnya saat meladeni konsumen benar-benar seragam.
• Jaga perlakuan pada pelanggan lama dan baru
Kadang, untuk mendapatkan pelanggan dan baru dan memperluas pasar, kita menggunakan trik diskon dan nilai tambah sebagai bentuk promosi. Dan memang, ini biasanya akan “menggoda” pelanggan baru untuk datang. Tapi ingat: kita sudah punya pelanggan setia. Jangan sampai, apa yang kita tawarkan kepada pelanggan baru justru lebih menggoda daripada yang diberikan kepada pelanggan setia kita. Justu, pelanggan setia harus diperlakukan jauh lebih baik!
• Jangan terlalu fokus pada soal harga
Fokus pada harga sah-sah saja. Namun banyak pesaing melakukan hal yang sama. Jadi ada baiknya kita juga memperhatikan nilai tambah dari harga yang telah kita tentukan. Tak jarang—bahkan banyak—orang yang membeli sesuatu bukan berdasar harga, tapi karena punya nilai tambah yang tidak dimiliki pesaing. Di sinilah peran kita sebenarnya, yakni dengan tetap fokus memberikan pelayanan terbaik, terutama kepada pelanggan setia.
• Jangan terlalu memaksa memanfaatkan momentum
Biasanya, karena merasa sudah dekat, sudah terlalu personal saat berhubungan dengan pelanggan, kita seolah sudah merasa tak memiliki jarak. Saat itu, tanpa disadari, kita sering kali menawarkan hal-hal yang kadang kurang dibutuhkan oleh pelanggan. Di depan kita, mungkin si pelanggan tidak mengungkapkan kekesalannya secara langsung. Tapi bisa jadi di belakang, ia merasa gerah karena terus dipaksa membeli produk yang sebenarnya kurang dibutuhkannya. Untuk mengantisipasinya, jangan terlalu memaksa. Cobalah pahami kebutuhannya, dan jangan berlebihan dalam memanfaatkan momentum kedekatan ini.
• Tetap fokus pada produk utama
Setiap brand sering kali diidentikkan dengan produk tertentu. Begitu juga dengan pelanggan setia terhadap produk kita. Misalnya kita bergerak di bidang jasa periklanan yang banyak melayani jasa maintenance pada social media. Meski produk jasa kita banyak, namun jika di pasaran sudah dikenal bahwa usaha kita sangat hebat di bidang maintenance pada social media, jangan terlalu serakah mengambil jatah yang di luar bidang tersebut. Tak salah memang, tapi jangan sampai fokus kita di bidang yang sudah membuat usaha terkenal jadi hilang arah. Tetap fokus pada layanan utama, karena di sana kita mendapat pelanggan setia.
Sebenarnya, masih banyak cara-cara lain yang bisa kita lakukan agar konsumen tetap setia. Yang pasti, jadikan kepuasan selalu menjadi yang terdepan untuk usaha kita, baik kepuasan untuk pelanggan, kepuasan untuk karyawan, hingga kepuasan masyarakat luas yang belum tentu pernah memakai produk kita. Sebab, saat kepuasan ini sudah diperbincangkan dan jadi nilai tambah usaha kita, niscaya pelanggan setia akan selalu ada.
sumber : http://www.andriewongso.com/articles/details/7912/Majukan-Usaha-dengan-Menjaga-Pelanggan-Setia
Jumat, 10 Agustus 2012
Tukang Sapu Ini Punya Misi Hidup, Apakah Anda Punya..??
Tukang Sapu Ini Punya Misi Hidup, Apakah Anda Punya..???
Kemudian Tung Desem waringin juga mengadakan survey di kota Solo. Kebetulan kota Solo sudah 7 kali berturut-turut memperoleh hadiah adipura. Jika kota Solo memperoleh adipura sekali lagi maka akan mendapat hadiah adipura kencana. Ketika Pak Tung bertanya kepada seorang tukang sapu di sana dengan pertanyaan, “Bapak sedang apa?” maka tukang sapu tadi menjawab dengan penuh antusias, “Oh saya sedang mempersembahkan piala adipura untuk kota Solo, saya yakin tahun ini Solo akan mendapatkan adipura kencana. Dan kamu tahu, adipura ke 1 sampai ke 7 saya ikut serta”.
Sekarang coba bandingkan kira-kira mana tukang sapu yang nyapunya lebih bersih ? Sudah pasti yang kedua. Kenapa? Karena tukang sapu yang kedua punya misi, sedangkan tukang sapu pertama tidak. Jika anda seringkali malas dalam mengerjakan sesuatu, hati-hati. Mungkin anda tidak punya misi terhadap pekerjaan itu. Atau mungkin misi anda harus diganti yang lebih baik.
Ada seorang Bapak tua yang kerja di hotel. Kerjanya setiap hari mengecek pintu hotel. Dia selalu mencoba membuka atau menutup pintu hotel itu untuk mengecek apakah engselnya rusak atau belum, atau mungkin perlu diperbaiki supaya tidak rusak. Dia kerjanya begitu terus. Karena ada lebih dari 600 kamar maka jika semua kamar sudah diperiksa maka dia kembali untuk memeriksa kamar pertama lagi. Lama satu putaran pemeriksaan bisa mencapai 3 bulan, sehingga begitu selesai pemeriksaan semua pintu maka dia harus kembali memeriksa pintu pertama.
Bapak ini sudah bekerja lebih dari 25 tahun, tetapi kerjanya terus semangat. Ketika itu ada orang yang menemuinya dan bertanya ,”Apakah anda tidak bosan?” Dia menjawab ,”Tidak”.Kemudian ditanyakan lagi , “Apa yang membuat Bapak tidak bosan mengerjakan pekerjaan ini?” Bapak tua itu menjawab “Oh itu karena pekerjaan saya ini begitu penting. Coba bayangkan di hotel ini sering diadakan pertemuan besar. Yang datang adalah pimpinan-pimpinan perusahaan besar. “
Kemudian orang itu bertannya ,”Itu saja pak?” Bapak itu menjawab “Tidak. Seandainya pintu ini rusak, sehingga tidak bisa dibuka dan hotelnya terbakar maka orang di dalamnya akan mati terbakar. Bayangkan jika 600 kamar di sini semua diisi oleh para pimpinan perusahaan, Jika mereka terbakar maka maka perusahaan mereka tidak akan ada lagi yang memimpin. Jika mereka masing-masing memiliki 1000 karyawan, itu artinya 600.000 karyawan tidak terselamatkan. Jadi pekerjaan saya ini sebenarnya menyelamatkan nasib 600.000 orang.
Aha, ternyata Bapak ini punya misi yang begitu bagus. Pertanyaannya adalah, “Sudahkah anda memiliki misi hidup yang menggairahkan?” Jika anda seorang pemilik perusahaan maka saya bertanya ,”Sudahkah karyawan anda dibimbing untuk memiliki misi hidup yang menggairahkan?” Jika belum saya sarankan supaya anda melatih dari sekarang. Dengan cara seperti ini maka karyawan anda akan bekerja dengan sungguh-sungguh walaupun tidak anda awasi.
Oleh : Tung Desem Waringin
SALAM SUKSES LUAR BIASA
Jumat, 22 Juni 2012
KUNCI
Seberapapun berat nya pintu gerbang dapat di buka oleh satu kunci yang tepat tanpa harus merusak atau menghancurkan pintu tersebut.
Langganan:
Komentar (Atom)